CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Jumat, 05 Desember 2008

Hasil pertandingan Olimpiade Karate Nasional

Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia

TINGKAT SD CABOR KARATE

KATA PERORANGAN PUTRA
1 - Putu Kertayasa - Bali/Lemkari - SDN 3 Batur
2 - Henri Oktavianus - Jatim/Inkai - SDN Sidokare IV Sidoarjo
3 - Rasyad Rizqy R - Sulut/Inkado - SDN 11 Manado
3 - Jonni Abdilah S - Sumut/Inkai - SD Hangtuah Medan

KATA PERORANGAN PUTRI
1 - Emilia Sri H - DKI/Inkai - SDS Angkasa XII Jaktim
2 - Jessica Octaviora - Jabar/Inkai - SD Yos Sudarso Karawang
3 - Yolanda Luciana - Jatim/Lemkari - SDK Untung Suropati I, Sidoarjo
3 - Ni Made Yuditya - Bali/Inkai - SDN 26 Pemecutan

TINGKAT SMP CABOR KARATE

KATA PERORANGAN PUTRA
1 - Ramadhansyah Abdan - Jabar/Inkanas - SMPN 30 Bandung
2 - Andi Dasril Dwi D - Sulsel/Gojukai - SMPN 4 Sunggu Minasa
3 - Gede Rizky Gustisa - Bali/KKI - SMPN 3 Denpasar
3 - Angga Pratama - Jatim/Inkai - SMPN 2 Sidoharjo

KATA PERORANGAN PUTRI
1 - Nawar Kautsar - Jabar/Inkai - SMPN 2 Tambun Selatan
2 - Senia Agustina - Jateng/BKC - SMPN 2 Purwodadi
3 - Rahmawati Huma - Sulut/Inkai - SMPN Muhammadiyah Bitung
3 - Ni Nyoman Sri Ayu - Bali/Inkai - SMPN 1 Kediri

KUMITE PERORANGAN - 45 KG PUTRA
1 - Afwan Haris Ahmad - DKI JAYA/GOKASI - SMPN 84 JAKARTA UTARA
2 - Farrel Edward GB. - MALUKU/LEMKARI - SMPN 1 AMBON
3 - Solihin - RIAU/INKANAS - SMPN 2 PANGKALAN KURAS
3 - Adrianto Pratama Totoke - GORONTALO/WADOKAI - SMPN 1 TELAGA BIRU

KUMITE PERORANGAN + 45 KG PUTRA
1 - YUDA ILHAM MIRANDA - SUMBAR/LEMKARI - SMPN 3 BATANG ANAI
2 - TIMOTIUS SOPAHELUAKAN - DIY/INKANAS - SMP BUDYA WACANA
3 - YANWAR MARENSIA - SULTENG/WADOKAI - SMPN 15 PALU
3 - YUDHA FEBRIADI - SUMUT/INKANAS - SMPN PAB 2 HELVETIA

KUMITE PERORANGAN - 40 KG PUTRI
1 - SENIA AGUSTINA - JATENG/BKC - SMPN 2 PURWODADI
2 - NITA TRI MARDIANY - DIY/KEISHINKAN - SMPN 2 MELATI SLEMAN
3 - BELLA RIANSILA - DKI JAYA/INKADO - SMPN 86 JAKARTA SELATAN
3 - MASRURAH AMELIA - SUMUT/KKI - SMPN 4 TARUNTUNG

KUMITE PERORANGAN + 40 KG PUTRI
1 - RISKIAH AFLAHA SULSEL / INKANAS SMPN 2 PANGKEP
2 - ALVI OKTAVIANA KALBAR / INKANAS SMPN 9 SINGKAWANG TIMUR
3 - MASTURA SULBAR / INKADO SMPN 3 MAJENE
3 - RAHMAWATI HUMA SULUT / INKAI SMP MUHAMMADIYAH BITUNG

TINGKAT SMA CABOR KARATE

KATA PERORANGAN PUTRI
1 - GITA BHAKTI - JABAR/BKC - SMA N 11 BANDUNG
2 - STEFANI - DKI JAYA/INKAI - SMA. N 113 JAKTIM
3 - ELLA IRIANI - SULSEL/KKI - SMA KARTIKA CANDRA
3 - NI KADEK ASTUTI - BALI/INKAI - SMA I MELAYA

KATA PERORANGAN PUTRA
1 - SURYA SAPUTRA - JATENG/INKAI - SMAPIUS PU BAYAN PUTWOREJO
2 - NICO FEBRIAN - NAD/GOJUKAI - SMAN 8 BANDA ACEH
3 - A. TOMI - SULSEL/GOJUKAI - SMA TERPADU SUMBA OPU
3 - FALAH A. - JABAR/GOJUKAI - SMAN 1 TAMBUN SELATAN

KUMITE - 48 KG PUTRI
1 - NURUL - SUMUT/INKANAS - SMA PANCA BUDI MEDAN
2 - MERLYN ENTAMOY - MALUKU/LEMKARI - SMAN 2 AMBON
3 - KLARCE OHEE - PAPUA/KKI - SMA TARUNA BHAKTI JAYAPURA
3 - ELLA IRIANI - SULSEL/KKI - SMA KARTIKA CANDRA

KUMITE + 48 KG PUTRI
1 - ALIFTYA - DKI JAYA/INKAI - SMAN 67 JAKTIM
2 - NOFIA - SUMUT/KEISHINKAN - SMAN 11 MEDAN
3 - CLAUDIA - MALUKU/INKANAS - SMAN 3 AMBON
3 - YUSWINDA EKA P. - JATIM/KKI - SMAN 2 KOTA MALANG

KUMITE BEBAS PUTRI
1 - MERLYN ENTAMOY - MALUKU/LEMKARI - SMAN 2 AMBON
2 - YUSWINDA EKA P. - JATIM/KKI - SMAN 2 KOTA MALANG
3 - SAYU PURNAMA SARI - BALI/INKAI - SMAN I MENGWI
3 - STEFANI - DKI JAYA/INKAI - SMA. N 113 JAKTIM

KUMITE - 60 KG PUTRA
1 - NOVALDY. R.D - GORONTALO/INKANAS - SMAN 3 PALU
2 - JABNES - SIMBAR/INKAI - SMAN I SAWAH LUNTO
3 - HAMKA - SULTENG/KKI - SMAN 3 PALU
3 - FAJAR. S - LAMPUNG/KKI - SMA YPU NILA BANDAR LAMPUNG

KUMITE + 60 KG PUTRA
1 - DZIBRAN - DKI JAYA/INKAI - SMAN 49 JAKSEL
2 - HAFIZH PANGESTU - JABAR/BKC - SMAN 8 BANDUNG
3 - HIRGA YOGA L. - JATIM/INKANAS - SMASMAN 3 KAB JOMBANG
3 - M. JOSE RIZAL - LAMPUNG/KKI - SMA 9B LAMPUNG

KUMITE BEBAS PUTRA
1 HIRGA YOGA LUDIANA - JATIM/INKANAS - SMAN 3 KAB JOMBANG
2 FERDI TAKAWALUDE - SULUT/INKANAS - SMAN 9 MANADO
3 YM. TAUFAN - SULBAR/INKADO - SMAN 3 MAJENE
4 DEDI RAHMAT - KALTIM/INKADOv-vSMAN I TENGGARONG, KAB KUITAI KERTANEGARA

Biodata seorang Wisnu P.M

My Biodata
Nama : Wisnu Putra Maheswara
Tempat TL : Bandar Lampung, 02 Oktober 1995
Alamat : Jl. Merak Griya Sukarame No. 15
Agama : Islam 100 %
Sekolah : SMP Negeri 3 Bandar Lampung
Prestasi :
1. Juara 1 Porseni Karate (KATA).
2. Juara 3 Kata Beregu, Selekda Karate
3. Juara 2 Lomba Pembuata Blog, 2008
4. Juara 3 Lomba Pembuatan Blog, Darmajaya, 2008

Rabu, 03 Desember 2008

7 Langkah Membangun Percaya Diri Yang Tak Tergoyahkan

1. Perhatikan Postur Tubuh - Mungkin kedengarannya ini tak memiliki hubungan dengan rasa percaya diri yang kita bicarakan ini, tetapi sebenarnya bagaimana sikap duduk atau berdiri Anda, mengirimkan pesan tertentu pada orang-orang yang ada di sekekliling Anda. Jika pesan tersebut memancarkan rasa percaya diri, Anda akan mendapatkan tanggapan positif dari orang lain dan tentu saja ini akan memperbesar rasa percaya diri Anda sendiri. Jadi mulai perhatikan sikap duduk dan berdiri untuk menunjukan Anda memiliki rasa percaya diri.

2. Bergaulah Dengan Orang-Orang Yang Memiliki Rasa Percaya Diri Dan Berpikiran Positif - Lingkungan membawa pengaruh besar pada seseorang. Jika Anda terus menerus berbaur dengan orang yang memiliki rasa rendah diri, pengeluh dan pesimis, seberapa besarpun percaya diri yang Anda miliki, perlahan tapi pasti akan pudar dan terseret mengikuti lingkungan Anda. Sebaliknya, jika Anda dikelilingi orang-orang yang penuh kebahagiaan dan percaya diri, makan akan tercipta pula atmosfir positif yang membawa keuntungan bagi diri Anda.

3. Ingat Kembali Saat Anda Merasa Percaya Diri - Percaya diri adalah sebuah perasaan, dan jika Anda pernah merasakannya sekali, tak mustahil untuk merasakannya lagi. Mengingat kembali pada saat dimana Anda merasa percaya diri dan terkontrol akan membuat Anda mengalami lagi perasaan itu dan membantu meletakan kerangka rasa percaya diri itu dalam pikiran.

4. Latihan - Kapanpun Anda ingin merasakan rasa percaya diri, kuncinya adalah latihan sesering mungkin. Bahkan Anda dapat membawanya dalam tidur. Dengan kemampuan yang terlatih, Anda tak akan kesulitan menampilkan rasa percaya diri kapanpun itu dibutuhkan.

5. Kenali Diri Sendiri - Pikirkan segala hal tentang apa yang Anda sukai berkenaan dengan diri sendiri dan segala yang Anda tahu dapat Anda lakukan dengan baik. Jika Anda kesulitan melakukan ini, ingat tentang pujian yang Anda peroleh dari orang-orang - Apa yang mereka katakan - Anda melakukannya dengan baik? Sebuah gagasan bagus untuk menuliskan semua ini, hingga Anda bisa melihatnya lagi untuk mengibarkan rasa percaya diri kapanpun Anda membutuhkan inspirasi.

6. Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri - Jangan terlalu mengkritik diri sendiri, jadilah sahabat terbaik bagi diri Anda. Namun, saat seorang teman sedang melalui masa sulit, Anda tak akan mau terlibat dalam masalahnya hingga menguras emosi Anda sendiri kan? Tentu saja Anda tak mau. Pebicaraan yang positif dapat berubah jadi senjata terbaik untuk menaikan rasa percaya diri, jadi pastikan Anda menanam kebiasaan ini, jangan biarkan permasalahan orang lain membuat Anda jadi terpuruk.

7. Jangan Takut Mengambil Resiko - Jika Anda seorang pengambil resiko, Anda pasti akan temukan kalau tindakan ini mampu membuahkan rasa percaya diri. Tak ada yang lebih bermanfaat dalam menumbuhkan rasa percaya diri layaknya mendorong diri sendiri keluar dari zona nyaman. Selain itu, tindakan ini juga berfungsi bagus untuk mengurangi rasa takut Anda akan ha-hal yang tak Anda ketahui, plus bisa dari pembangkit rasa percaya diri yang luar biasa.

Say No To Drugs

Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Narkotika dan Zat adiktif

a. Fisik
- berat badan turun drastis
- mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman
- tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan
ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat
bekas suntikan
- buang air besar dan kecil kurang lancar
- sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas

b. Emosi
- sangat sensitif dan cepat bosan
- bila ditegur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang
- emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar
terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya
- nafsu makan tidak menentu

c. Perilaku
- malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya
- menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga
- sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit
dan pulang lewat tengah malam
- suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan
barang-barang berharga di rumah. Begitupun dengan barang-barang berharga
miliknya, banyak yang hilang
- selalu kehabisan uang
- waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang
gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi lainnya
- takut akan air. Jika terkena akan terasa sakit – karena itu mereka jadi malas mandi
- sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala
“putus zat”
- sikapnya cenderung jadi manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya,
seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat
- sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
- mengalami jantung berdebar-debar
- sering menguap
- mengeluarkan air mata berlebihan
- mengeluarkan keringat berlebihan
- sering mengalami mimpi buruk
- mengalami nyeri kepala
- mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi

Bagaimanakah Pendidikan di Indonesia

Pendidikan di Indonesia

Pendidikan terbaik di dunia? Bukan Harvard, bukan Amerika, juga bukan Inggris, apalagi Indonesia — melainkan Finlandia, negeri yang paling tidak korup di muka bumi ini. Hebatnya, Finlandia tak cuma jagoan mendidik anak-anak “normal,” tapi juga unggul dalam pendidikan bagi anak-anak yang lemah mental. Pendek kata, Finlandia berhasil membuat seluruh anak didiknya cerdas — tak peduli yang normal atau yang lemah mental.

Finlandia mengalahkan 40 negara lain di dunia berdasar survei PISA yang dilakukan oleh OECD tahun 2003. Tes komprehensif dilakukan melalui pengukuran kemampuan mathematics, reading, science, dan problem solving yang nantinya ditujukan untuk peningkatan kualitas sistem pendidikan. Tes ini dilakukan per tiga tahun — tes terakhir dilakukan pada tahun 2006 dan hasilnya baru akan keluar akhir 2007. Mau tahu di mana posisi Indonesia?

Menikmati pendidikan belasan tahun di Indonesia membuat saya miris. Penilaian berorientasi hasil, bukan proses. Pembinaan mengabaikan EQ dan SQ. Isinya hafalan, cara cepat membabat soal, dan “ilmu” yang ketika diingat malah makin membuat lupa — tanpa penekanan soal pemikiran kritis dan pembentukan sikap mental positif. Trilogi dasar aspek pendidikan kognitif-psikomotor-afektif (sengaja?) diabaikan.

Di Indonesia, kualitas guru di Indonesia juga masih (maaf) memprihatinkan. Lulusan sekolah menengah yang jempolan biasanya lari ke tempat yang mentereng: Ilmu Kedokteran, Teknik, Ekonomi, dan sebagainya. Praktis, mereka yang masuk Ilmu Pendidikan adalah “sisa” yang gagal bersaing masuk ke jurusan elit.

Contoh lain adalah UAN yang baru saja lewat beberapa waktu lalu. Sesuai PP 19/2005, UAN adalah indikator kelulusan. Namun banyak yang menilai UAN tak bermanfaat karena hanya mengkondisikan penyelewengan — demi anak didik dan sekolah terangkat citranya. Guru, kepala sekolah, dan bahkan pejabat daerah terlibat jadi tim sukses. Passing grade ditetapkan, tapi sarana, prasarana, dan sumberdaya belum terkondisikan. Begitu hasil jeblok, segala cara agar murid lulus, bukan dengan introspeksi. We want to look good, but didn’t want to be really good.

Sebagian menyayangkan jerih payah tiga tahun hanya ditentukan dalam tiga hari. Banyak murid cerdas diterima SPMB Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru, tapi gagal dalam UAN. Murid cerdas justru terbebani mentalnya. Apalagi, andaikata tak lulus, mereka musti mengulang Paket C yang prestisenya kalah jauh. Dorongan belajar pada akhirnya justru sulit dibangkitkan dan hasil maksimal mustahil diperoleh.

Di sisi lain, kualitas pendidikan memang sedemikian rendahnya. Dengan passing grade yang cukup rendah dibanding negara tetangga, masih banyak juga yang tidak lulus. Ketika ada wacana untuk menaikkan standar, protes di sana-sini. Solusinya? Mungkin kembalikan saja ke sistem Ebtanas lama yang dirasa lebih “fair” dan tidak mengundang banyak masalah — sembari menunggu format UAN yang benar-benar pas buat negeri ini

Selasa, 02 Desember 2008

Sejarah Karate di Indonesia

Di tahun 1964, kembalilah ke tanah air salah seorang mahasiswa Indonesia yang telah menyelesaikan kuliahnya bernama Drs. Baud A.D. Adikusumo(Alm). Beliau adalah seorang karateka yang mendapatkan sabuk hitam dari M. Nakayama, JKA Shotokan. Ia mulai mengajarkan karate. Melihat banyaknya peminat yang ingin belajar karate, dia mendirikan PORKI (Persatuan Olahraga Karate-Do Indonesia) yang merupakan cikal bakal FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia). Sehingga beliau tercatat sebagai pelopor seni beladiri Karate di Indonesia.Dan beliau juga pendiri Indonesia Karate-DO (INKADO)

Setelah beliau, tercatat nama putra-putra bangsa Indonesia yang ikut berjasa mengembangkan berbagai aliran Karate di Indonesia, antara lain Bp. Sabeth Mukhsin dari aliran Shotokan, pendiri Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) dan Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI), dan juga dari aliran Shotokan adalah Anton Lesiangi (pendiri Lembaga Karate-Do Indonesia/LEMKARI, yang pada dekade 2005 karena urusan internal banyak anggota Lemkari yang keluar dan dipecat yang kemudian mendirikan INKANAS (Institut Karate-do Nasional) yang merupakan peleburan dari perguruan MKC (Medan Karate club). Kabarnya, perguruan ini sekarang menjadi besar dan maju, tidak kalah dengan LEMKARI.

Aliran Shotokan adalah yang paling populer di Indonesia. Selain Shotokan, Indonesia juga memiliki perguruan-perguruan dari aliran lain yaitu Wado dibawah asuhan Wado-ryu Karate-Do Indonesia (WADOKAI) yang didirikan oleh Bp. C.A. Taman dan Kushin-ryu Matsuzaki Karate-Do Indonesia (KKI) yang didirikan oleh Matsuzaki Horyu. Selain itu juga dikenal Bp. Setyo Haryono dan beberapa tokoh lainnya membawa aliran Goju-ryu, Bp. Nardi T. Nirwanto dengan beberapa tokoh lainnya membawa aliran Kyokushin. Aliran Shito-ryu juga tumbuh di Indonesia dibawah perguruan GABDIKA Shitoryu (dengan tokohnya Dr. Markus Basuki) dan SHINDOKA (dengan tokohnya Bp. Bert Lengkong). Selain aliran-aliran yang bersumber dari Jepang diatas, ada juga beberapa aliran Karate di Indonesia yang dikembangkan oleh putra-putra bangsa Indonesia sendiri, sehingga menjadi independen dan tidak terikat dengan aturan dari Hombu Dojo (Dojo Pusat) di negeri Jepang.

Pada tahun 1972, 25 perguruan Karate di Indonesia, baik yang berasal dari Jepang maupun yang dikembangkan di Indonesia sendiri (independen), setuju untuk bergabung dengan FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia), yang sekarang menjadi perwakilan WKF (World Karate Federation) untuk Indonesia. Dibawah bimbingan FORKI, para Karateka Indonesia dapat berlaga di forum Internasional terutama yang disponsori oleh WKF.